LUWUK – Upaya Pemerintah Kabupaten Banggai dalam membangun budaya riset dan inovasi mulai menunjukkan hasil yang signifikan. Melalui program Banggai Research and Innovation Summit (BRISUMMIT) yang digagas oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Banggai, partisipasi masyarakat dalam kegiatan penelitian dan inovasi mengalami peningkatan yang sangat tinggi.
Kepala BRIDA Kabupaten Banggai, Andi Nur Syamsi Amir, S.STP., M.Si., menyampaikan bahwa BRISUMMIT hadir sebagai wadah strategis yang mempertemukan berbagai unsur masyarakat, mulai dari pelajar, mahasiswa, dosen, aparatur sipil negara (ASN), jurnalis, akademisi hingga masyarakat umum dalam satu ekosistem riset dan inovasi daerah.
Menurutnya, BRISUMMIT bukan hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi merupakan gerakan bersama untuk membangun budaya berpikir ilmiah, melahirkan peneliti dan inovator daerah, serta menghasilkan solusi pembangunan yang berbasis riset dan dapat dimanfaatkan secara nyata oleh pemerintah daerah.
Program ini lahir sebagai respons terhadap berbagai tantangan pembangunan daerah, seperti masih rendahnya minat generasi muda terhadap riset dan teknologi, terbatasnya ruang publikasi karya ilmiah, serta belum optimalnya pemanfaatan hasil penelitian dalam proses perumusan kebijakan pembangunan.
Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2024, BRISUMMIT berhasil menjadi forum riset daerah yang dilaksanakan secara berkelanjutan di Kabupaten Banggai. Berbagai kategori kompetisi yang diselenggarakan antara lain Karya Tulis Ilmiah, Research Pitching, Proposal Riset Mahasiswa dan Dosen, Policy Brief ASN, hingga kompetisi inovasi kreatif lainnya.
Dampak positif program ini terlihat dari lonjakan jumlah peserta. Pada tahun 2024 tercatat sebanyak 32 peserta mengikuti BRISUMMIT. Jumlah tersebut meningkat menjadi 67 peserta pada tahun 2025 atau tumbuh sebesar 109,4 persen. Peningkatan ini menunjukkan semakin tingginya minat masyarakat Banggai untuk terlibat dalam kegiatan penelitian dan inovasi.
Selain meningkatkan partisipasi masyarakat, BRISUMMIT juga berhasil membangun bank data karya riset, proposal inovasi, dan policy brief yang dapat dimanfaatkan sebagai referensi dalam perencanaan pembangunan daerah. Bahkan, seluruh karya finalis kategori Policy Brief telah dimanfaatkan untuk mendukung pemenuhan indikator penilaian Indeks Inovasi Daerah dengan tingkat pemanfaatan mencapai 100 persen.
Keberhasilan BRISUMMIT tidak terlepas dari dukungan dan kolaborasi berbagai lembaga nasional, di antaranya BRIN, LAN RI, Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Kementerian Dalam Negeri, serta sejumlah perguruan tinggi yang terlibat sebagai mitra dan dewan juri profesional. Kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa pengembangan inovasi daerah membutuhkan keterlibatan seluruh unsur pentahelix.
Untuk tahun 2026, BRIDA Kabupaten Banggai kembali menggelar BRISUMMIT dengan tema “Akselerasi Peningkatan SDM Berkualitas dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah yang Berkelanjutan Secara Inklusif Berbasis Potensi Unggulan.” Kegiatan ini menghadirkan berbagai kategori lomba bagi pelajar, mahasiswa, ASN, hingga jurnalis sebagai bagian dari upaya memperluas ekosistem riset dan inovasi di daerah.
Melalui BRISUMMIT, Pemerintah Kabupaten Banggai berharap setiap gagasan, penelitian, dan inovasi yang lahir dari masyarakat tidak hanya menjadi dokumen akademik, tetapi mampu berkembang menjadi solusi nyata yang mendukung kemajuan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.