BRIDA Training Camp Jangkau 478 Peserta, Tingkatkan Kompetensi Riset dan Inovasi Secara Digital

📅 15 Juni 2026 | ✍️ Admin BRIDA

LUWUK – Komitmen Pemerintah Kabupaten Banggai dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi terus diwujudkan melalui berbagai program pengembangan sumber daya manusia. Salah satu inovasi yang berhasil memberikan dampak nyata adalah BRIDA Training Camp (BTC), program pelatihan berbasis digital yang digagas oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Banggai.

Program ini hadir sebagai wadah pembelajaran, pendampingan, dan pengembangan kapasitas di bidang riset dan inovasi yang dapat diakses secara luas oleh berbagai kalangan tanpa dibatasi ruang dan waktu. Melalui pemanfaatan teknologi digital, BTC menjadi solusi atas tantangan peningkatan kompetensi sumber daya manusia di era transformasi digital.

Kepala BRIDA Kabupaten Banggai, Andi Nur Syamsi Amir, S.STP., M.Si., menjelaskan bahwa BRIDA Training Camp lahir sebagai respons terhadap masih terbatasnya kapasitas SDM di bidang riset dan inovasi, minimnya pendampingan teknis, serta belum tersedianya pusat pembinaan yang terintegrasi dan berkelanjutan. Menurutnya, daerah membutuhkan sumber daya manusia yang inovatif, adaptif, dan kompetitif untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan.

“Transformasi digital menuntut daerah memiliki SDM yang inovatif, adaptif, dan kompetitif. Karena itu, BRIDA Training Camp kami hadirkan sebagai ruang belajar bersama yang dapat diakses ASN, akademisi, mahasiswa, pelajar, komunitas, hingga masyarakat umum secara berkelanjutan,” ujar Andi Nur Syamsi Amir.

Melalui platform Zoom Meeting, BRIDA Training Camp mengubah pola pelatihan konvensional menjadi sistem pembelajaran yang lebih fleksibel, efisien, dan inklusif. Program ini tidak hanya menghadirkan webinar, tetapi juga mentoring, diskusi interaktif, konsultasi inovasi, hingga berbagi praktik baik dalam pengembangan riset dan inovasi daerah.

Sejak diluncurkan pada tahun 2024, BTC menunjukkan perkembangan yang signifikan. Selama periode 2024–2025, program ini telah melaksanakan sembilan kegiatan pengembangan kapasitas dengan jumlah peserta mencapai 478 orang yang berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari aparatur sipil negara (ASN), akademisi, mahasiswa, pelajar, hingga masyarakat umum.

Berbagai tema strategis diangkat dalam pelaksanaan BTC, antara lain pelatihan penulisan jurnal internasional, pemanfaatan citra satelit, penyusunan policy brief, pengembangan inovasi daerah, pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam tata kelola pemerintahan, hingga penyusunan peta jalan ilmu pengetahuan dan teknologi daerah. Materi-materi tersebut dirancang untuk meningkatkan kualitas riset sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang dapat diterapkan dalam pembangunan daerah.

Selain meningkatkan kompetensi peserta, pelaksanaan BTC secara daring juga memberikan efisiensi anggaran yang signifikan. BRIDA mencatat penghematan biaya hingga sekitar 70 persen dibandingkan metode pelatihan tatap muka, terutama pada komponen transportasi, akomodasi, konsumsi, dan pengadaan bahan pelatihan.

Keunggulan lainnya adalah kemampuan BTC dalam membangun kolaborasi lintas sektor. Program ini telah menghadirkan 22 narasumber kompeten dari berbagai lembaga strategis, seperti BRIN, LAN RI, Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri, perguruan tinggi, peneliti, akademisi, dan praktisi inovasi. Kolaborasi tersebut memperkaya wawasan peserta sekaligus memperluas jejaring riset dan inovasi daerah.

Melalui BRIDA Training Camp, BRIDA Kabupaten Banggai berharap dapat terus memperkuat budaya riset dan inovasi di tengah masyarakat. Program ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menghasilkan berbagai solusi inovatif untuk mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.