Luwuk – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Banggai terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan potensi unggulan daerah melalui penguatan perlindungan Indikasi Geografis (IG). Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pendampingan pemeriksaan karakteristik terhadap komoditas Kopi Robusta Batui dan Durian Asaan Pagimana.
Kegiatan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan ini merupakan bagian dari proses penting dalam memastikan keaslian, kualitas, serta kekhasan produk lokal sebelum diajukan sebagai Indikasi Geografis. BRIDA Banggai berkolaborasi dengan peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Tengah, serta perangkat daerah terkait dan penyuluh pertanian.
Pendampingan dilakukan secara langsung di lapangan, mulai dari kawasan perkebunan hingga lokasi pengolahan. Untuk Kopi Robusta Batui, tim melakukan pengamatan menyeluruh terhadap proses produksi, termasuk penjemuran, ukuran biji, hingga karakteristik morfologi tanaman seperti daun, batang, dan buah. Proses ini bertujuan memastikan bahwa data yang disusun dalam dokumen pengajuan benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan.
Sementara itu, pemeriksaan terhadap Durian Asaan Pagimana juga dilakukan dengan metode serupa. Pengamatan difokuskan pada karakteristik tanaman dan buah, guna menilai keunikan serta kualitas yang menjadi dasar pengakuan sebagai produk khas daerah. Tahapan ini menjadi krusial dalam proses penguatan dokumen deskripsi sebagai syarat utama pendaftaran Indikasi Geografis.
Selain pemeriksaan lapangan, BRIDA Banggai juga mendorong pelaksanaan uji laboratorium guna memperkuat validitas ilmiah dari karakteristik kedua komoditas tersebut. Uji ini akan menjadi dasar dalam menegaskan kualitas dan konsistensi produk, sekaligus meningkatkan daya saing di pasar yang lebih luas.
Upaya ini sejalan dengan langkah pemerintah daerah dalam melindungi kekayaan intelektual berbasis potensi lokal. Indikasi Geografis tidak hanya memberikan perlindungan hukum, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam meningkatkan nilai tambah ekonomi, reputasi produk, serta kesejahteraan petani dan pelaku usaha.
BRIDA Banggai menilai bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan dalam proses ini. Kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga riset, dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat pengakuan Indikasi Geografis sekaligus menjaga keberlanjutan kualitas produk unggulan daerah.
Melalui langkah “dari kebun ke laboratorium” ini, BRIDA Banggai tidak hanya memastikan kualitas komoditas lokal, tetapi juga membuka peluang yang lebih luas bagi pengembangan ekonomi berbasis riset dan inovasi di Kabupaten Banggai.