BRIDA Banggai dan Universitas Tompotika Bahas Kajian Dampak Inovasi Pelayanan Publik

📅 23 Mei 2026 | ✍️ Admin BRIDA

LUWUK — Upaya memperkuat kualitas inovasi pelayanan publik di Kabupaten Banggai terus dilakukan secara kolaboratif. Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Banggai bersama Universitas Tompotika Luwuk menggelar rapat pembahasan terkait Rencana Anggaran Biaya (RAB), Perjanjian Kerja Sama (PKS), serta kontrak swakelola untuk pelaksanaan Kajian Evaluasi Dampak Inovasi Sektor Pelayanan Publik.

Rapat yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu, 13 Mei 2026 tersebut menjadi bagian penting dalam mematangkan pelaksanaan kajian yang nantinya akan digunakan sebagai bahan evaluasi terhadap berbagai inovasi pelayanan publik di Kabupaten Banggai.

Kegiatan ini menunjukkan keseriusan Pemerintah Kabupaten Banggai dalam memastikan setiap inovasi pelayanan publik tidak hanya berjalan sebagai program administratif semata, tetapi juga memiliki dampak nyata bagi masyarakat.

Melalui kerja sama dengan kalangan akademisi, BRIDA Banggai ingin menghadirkan proses evaluasi yang lebih objektif, terukur, dan berbasis kajian ilmiah. Universitas Tompotika Luwuk dipandang memiliki kapasitas akademik dan sumber daya penelitian yang mampu mendukung pelaksanaan evaluasi secara komprehensif.

Dalam pembahasan tersebut, sejumlah poin strategis menjadi fokus utama, mulai dari penyusunan kebutuhan anggaran kegiatan, mekanisme kerja sama antar lembaga, hingga teknis pelaksanaan kontrak swakelola kajian. Langkah ini dinilai penting agar pelaksanaan penelitian dapat berjalan efektif, transparan, dan sesuai dengan target yang telah direncanakan.

Kepala BRIDA Kabupaten Banggai, Andi Nur Syamsy Amir, S.STP., M.Si, menegaskan bahwa kajian evaluasi dampak inovasi pelayanan publik memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan daerah. Menurutnya, inovasi tidak cukup hanya diluncurkan, tetapi juga perlu diukur manfaat dan efektivitasnya secara nyata di tengah masyarakat.

Kajian tersebut nantinya diharapkan mampu memberikan gambaran mengenai tingkat keberhasilan inovasi pelayanan publik yang telah diterapkan oleh perangkat daerah di Kabupaten Banggai, sekaligus menjadi dasar dalam penyusunan strategi pengembangan inovasi ke depan.

Selain memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat, langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Banggai dalam membangun budaya kerja berbasis riset, data, dan evaluasi berkelanjutan.

Kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dinilai menjadi salah satu pendekatan strategis dalam menciptakan inovasi pelayanan publik yang tidak hanya kreatif, tetapi juga tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.